Cari Review Buku

Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2024

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child - Buku dan Seri Televisinya Jempolan

Sebagai pecinta seri Jack Reacher, sudah pasti kami semangat banget dong pas tahu ada lagi seri Jack Reacher yang diadaptasi. Kali ini ke serial televisi, Reacher (2022), yang diangkat dari novel pertama di seri novel ini, Killing Floor. Untungnya, kami sudah punya bukunya. Jadi habis nonton serialnya bisa langsung baca bukunya. Killing Floor ini terbit pertama kali pada tahun 1997. Di UK diterbitkan oleh penerbit Bantam Press. Sedangkan di US diterbitkan oleh penerbit Putnam. Buku ini memenangkan Anthony Award dan Barry Award sebagai novel pertama terbaik.

Sinopsis

Seorang Jack Reacher turun dari sebuah bus di sebuah kota yang bernama Margrave. Semua itu hanya karena dia ingat kalau kakaknya pernah bercerita mengenai seorang musisi blues yang meninggal di sana. Nama musisi itu Blind Blake. Masalahnya, baru saja Jack Reacher sampai dan sedang mau makan, tiba-tiba saja dia ditangkap dengan kasar dan dituduh sebagai pembunuh.

Dalam penahanan, Reacher bertemu Finlay, kepala detektif di sana. Finlay sendiri baru pindah ke Margrave. Perawakan dan pembawaan Finlay sebenarnya sangat bertolak belakang dengan Margrave. Finlay adalah detektif yang mumpuni, tapi dia pun tetap mengalami kesulitan mengatasi kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada Reacher. Reacher juga bertemu Roscoe, satu-satunya petugas polisi wanita di sana. Roscoe percaya bahwa Reacher tidak bersalah.

Reacher banyak memberi masukan kepada Finlay. Petunjuk pertama mengarahkan mereka kepada seseorang bernama Paul Hubble, seorang mantan bankir yang tiba-tiba saja langsung mengaku sebagai pembunuhnya. Tentu saja Finlay tidak bisa langsung percaya. Hubble lebih tidak mungkin lagi melakukan kekejaman seperti yang sudah terjadi. Masalahnya, mereka berdua terpaksa dikirimkan ke penjara negara di Warburton selama pemeriksaan berlangsung.

Mereka hanya satu hari di penjara. Hanya menunggu pagi. Tapi ternyata mereka dijebak dan nyaris saja terbunuh. Kalau bukan karena kemampuan Reacher, mereka berdua tidak akan bisa keluar dari penjara itu hidup-hidup. Sekeluarnya dari penjara, Reacher menemukan kenyataan bahwa korban adalah kakaknya sendiri, Joe Reacher. Reacher pun memutuskan untuk menetap dan ikut ambil bagian dalam penyelidikan. Sementara itu, sekeluarnya dari penjara Paul Hubble menghilang dan diperkirakan sudah tewas.

Reacher pun menyelidiki Margrave yang aneh. Sebuah kota yang sebetulnya sudah terkucilkan karena pembangunan jalan-jalan tol yang seharusnya mematikan kota itu. Tapi anehnya, Margrave bisa bertahan bahkan tampilannya seperti kota baru yang sangat berkilau. Kota dengan banyak uang. Sangat banyak uang yang tidak wajar. Reacher harus melawan penguasa kota yang korup, keluarga pebisnis yang mencurigakan, pelaku misterius yang penuh kekejaman, hingga warga kota yang ingin tetap makmur, tidak peduli sekotor apa pun caranya.

Review

Buku yang kami baca ini adalah versi Bahasa Inggris terbitan Bantam Press. Meskipun Bahasa Inggris, kami tidak merasa ada kesulitan yang berarti. Tulisannya juga besar-besar dan nyaman dibaca. Dari segi bahasa juga sederhana dan tidak banyak kosa kata yang sulit. Dari segi cerita, Killing Floor ini menurut kami cukup mantap sih. Apalagi mengingat bahwa ini adalah buku pertama di seri Jack Reacher. Novel ini ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, dari sudut pandangnya Reacher. Menurut kami alur novel ini lumayan santai ya untuk genre buku action. Cenderung lambat. Tapi kalau sudah mulai aksi berantem-berantem, wah, sudah pasti menegangkan dan seru. Cerita latar belakang beberapa tokoh juga jadi poin plus di novel ini. Cerita tentang Joe dan Jack Reacher di masa kecil mereka. Bahkan cerita tentang Blind Blake bikin kami meneteskan air mata. Endingnya menurut kami juga cukup oke dan seru. Agak mengharukan malah.

Kalau ada satu kekurangan di buku ini yang kami langsung sadari adalah kelemahannya karena menggunakan sudut pandang orang pertama saja. Kami membaca buku ini setelah menonton serial televisinya, dan yang namanya serial TV pasti aksi-aksinya lebih dinamis. Sudut pandang yang digunakan pun sudut pandang orang ketiga yang tidak hanya mengikuti aksi reacher, tapi juga mengikuti aksi beberapa tokoh yang lain. Nah, makannya di buku ini, saat Roscoe sempat menghilang, pembaca pun tidak tahu apa yang terjadi pada Roscoe. Pembaca baru tahu nanti, di akhir cerita atau ketika sudah ketahuan apa yang terjadi dengan orang-orang tersebut. Tapi selain hanya bikin penasaran, hal ini sebetulnya tidak terlalu masalah sih.

Buku vs Serial Televisi

Menurut kami yah, Alan Ritchson itu aktor yang paling pas memerankan tokoh Jack Reacher. Perawakannya dapet banget. Berbeda sama film Jack Reacher yang diperankan oleh Tom Cruise. Bukannya Tom Cruise tidak bagus lho. Kalau secara action sih Tom Cruise dapet banget ya. Tapi perawakan Jack Reacher dengan yang di novel beda jauh. Berdasarkan CV Jack Reacher yang ada di novel ini, tinggi Reacher itu 1.95 m. Sedangkan beratnya sekitar 100-113 kg. Ukuran mantelnya aja 3XLT. Ya kan Tom Cruise tidak sebesar itu kan ya? Dari segi pembawaan pun lebih pas. Ada kesan dingin pada tokoh Reacher yang diperankan oleh Alan Ritchson. Kalau Tom agak lebih tengil pembawaannya.

Dari segi cerita juga, mungkin karena serial TV ya, yang bisa banyak episode, serial TV bisa sejalan dengan bukunya sekitar 70%-an. Sisanya tentu saja ada penyesuaian. Tapi tidak terlalu jauh. Perubahannya justru membawa dinamika yang berbeda dan seru ke dalam ceritanya. Secara keseluruhan kami acungi jempol untuk serial TV Reacher Season 1.

Genre novel ini thriller yah. Jadi sudah pasti ada bunuh-bunuhan dan cukup sadis. Reacher sendiri di beberapa kesempatan bertarung layaknya mesin pembunuh berdarah dingin. Kalau mau dibilang pahlawan, tapi kok ngeri juga. Karena dia kadang tidak punya rasa belas kasihan ataupun rasa bersalah. Walaupun yang dia habisi memang orang jahat sih. Tapi gimana ya? Novel ini juga bergenre detektif polisi. Cocok untuk pembaca yang menyenangi tema tersebut.

Quote

To understand the traveling blues you need to be locked down somewhere. In a cell. Or in the army. Someplace where you're caged. Someplace where smokestack lightning looks like a far-away beacon of impossible freedom.

~ Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


Like Blanche in that old movie, a wanderer depends on the kindness of strangers. Not for anything specific or material. For morale.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


Long experience had taught me to evaluate and assess. When the unexpected gets dumped on you, don't waste time. Don't figure out how or why it happened. Don't recriminate. Don't figure out whose fault it is. Don't work out how to avoid the same mistake next time. All of that you do later. If you survive. First of all you evaluate. Analyse the situation. Identify the downside. Assess the upside. Plan accordingly. Do all that and you give yourself a better chance of getting through to the other stuff later.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


It was a sad story. Stories about wrecked dreams always are.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


I wanted to keep on the move. It's a basic rule for safety. Keep moving around.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


She said it with a lot of feeling. She'd liked Margrave. Her family had toiled there for generations. She was rooted. She'd liked her job. Enjoyed the sense of contribution. But the community she'd served was rotten. It was dirty and corrupted. It wasn't a community. It was a swamp, wallowing in dirty money and blood. I sat and watched her world crumble.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


There wouldn't be anyplace left to stay around in. And I had to wander. Like the song I was singing in my head. I had to ramble. A traditional song. A song that could have been written for me.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


Waiting is a skill like anything else.

Jack Reacher 1: Killing Floor by Lee Child


Link pemesanan

Selasa, 12 Desember 2023

Review Buku Sejuta Mata Darwis Triadi by Atok Sugiarto - Foto-Foto Cantik Penuh Makna

Dulu, zaman masih remaja, setiap kali melewati studio foto Darwis Triadi, pasti selalu berangan-angan supaya suatu hari bisa foto-foto di studio itu. Kayaknya hasilnya bakal kece banget deh. Tapi angan-angan tetap lah menjadi angan-angan, sampai sekarang pun belum kesampaian. Tapi setidaknya, saya bisa mendapatkan buku ini, Sejuta Mata Darwis Triadi by Atok Sugiarto. 

Buku ini berisi foto-foto terbaik Darwis Triadi yang penuh dengan keindahan dan humanisme. Menjadikan setiap fotonya penuh cerita dan makna. Halaman-halamannya tentu saja full color. Tapi ada juga foto-foto yang menampilkan keindahannya justru dalam nuansa hitam-putih. 

Tentu saja ada beberapa foto yang menjadi favorit:

Selalu suka dengan bangunan-bangungan lama. Apalagi yang punya gaya arsitektur Eropa abad pertengahan. Bangunan bergaya gothic selalu memberikan kesan misterius yang menggugah. Dipadukan dengan pencahayaan yang sedemikian rupa menjadikan kesan misteri di foto ini cukup memberikan intrik tersendiri. Gelap, tapi juga ada sisi terang di antara kegelapan.

Candi-candi juga punya tempat tersendiri. Mungkin ada yang menganggapnya tumpukan batu. Eeet, tapi kemegahan dan kekokohannya masih sulit ditiru hingga sekarang. Candi selalu bagus ketika difoto, baik itu secara keseluruhan atau ketika kita memotret relief-reliefnya.

Foto-foto pantai atau laut juga selalu jadi favorit. Gradasi warna pantai yang kontras bikin kita pengen berkunjung ngga sih. Ingin melihat sendiri keindahannya.

Foto-foto ini sebenarnya agak menipu mata. Awalnya saya pikir ada permata-permata cantik yang bertebaran di pantai. Tapi setelah dilihat-lihat lagi, ngga tahu juga itu apa. Hahahaha. Mungkin balon warna-warni. Mungkin juga sebuah instalasi artistik.

Ada banyak foto hitam putih yang bisa dinikmati di buku ini. Tapi foto yang satu adalah favorit. Entah kenapa kesan yang ditimbulkan indah banget. Cantik. Lembut.

Darwis Triadi adalah fotografer yang kawakan yang sudah terkenal banget. Adalah suatu kehormatan bisa menikmati karya-karyanya lewat buku ini. 

Quote
Akhirnya aku hanya menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Dan, aku akan menjalankan semua kehendak-Mu dengan penuh rasa suka cita. Karena aku meyakini bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik adanya. Dan, itu karena rasa cinta kasih-Mu yang besar kepadaku.
~ Sejuta Mata Darwis Triadi by Atok Sugiarto



Rabu, 27 September 2023

Review Novel (Victor) Frankenstein by Mary Shelley - Siapakah Monster yang Sebenarnya?

TENTANG FRANKENSTEIN

Jujur saja, sebelumnya saya sama sekali tidak tahu bahwa tokoh monster Frankenstein itu berasal dari sebuah tokoh novel. Baru ketika saya membaca novel Waking the Dead karya Heather Graham lah saya baru ngeh, kalau Mary Shelley menulis novel Frankenstein. Sejak itu saya lumayan tertarik untuk membaca novel klasik ini. 

Novel Frankenstein ini menurut saya punya sejarah yang menarik, dan terkait dengan Indonesia lho. Karya ini lahir pada tahun 1816. Tahun yang dikenal dengan Tahun Tanpa Musim Panas. Saat itu dunia sedang mengalami musim dingin vulkanis akibat ledakan gunung Tambora di tahun 1815. Saat itu, Mary Shelley, yang berumur 18 tahun, bersama kekasihnya (yang kemudian menjadi suaminya), Percy Bysshe Shelley, dan adik tiri Mary, Claire Clairmont, mengunjungi Lord Byron dan dr. John Polidori di Villa Diodati di dekat danau Jenewa. Saat itu, cuaca sedang tidak bersahabat dan terlalu dingin untuk mengadakan kegiatan di luar ruangan. Sambil menghangatkan diri, mereka membaca kisah-kisah horor dari buku Fantasmagoriana, sebuah buku kumpulan cerita hantu dari Jerman. Byron lalu menantang mereka untuk masing-masing membuat sebuah kisah horor. Dari sinilah kemudian, bibit-bibit lahirnya Frankenstein.

Frankenstein punya judul lain, The Modern Prometheus. Tapi judul kedua ini sudah sangat jarang digunakan. Frankenstein pertama kali diterbitkan pada 1 Januari 1818 di London tapi secara anonim. Nama Mary Shelley baru muncul di edisi kedua yang terbit di Paris pada tahun 1821. Pada masa novel ini dibuat, topik tentang galvanisme (pemicuan arus listrik melalui reaksi kimia) sedang menjadi topik hangat. Topik ini sedikit banyak menjadi inspirasi lahirnya Frankenstein.

Sebelum lebih jauh lagi, sebenarnya orang banyak yang salah kaprah. Frankenstein bukanlah nama si monster. Frankenstein adalah nama ilmuan yang menciptakan monster itu. Nama sang ilmuan, Victor Frankenstein. Monsternya sendiri sebenarnya tidak punya nama. Cuman dijuluki monster aja, bahkan Victor sendiri tidak memberi nama kepada monster ciptaannya. Victor memanggil ciptaannya itu dengan dengan kata-kata kasar dan buruk. Tapi seiring berjalannya waktu kesalahan ini terjadi terutama di dunia adaptasi perfilman.


SINOPSIS

Novel Frankenstein dinarasikan dengan narasi orang pertama. Ada 3 orang yang bercerita. Novel ini dibuka dengan narasi dari Kapten Walton dalam bentuk surat menyurat dengan adiknya. Kapten Walton sedang dalam misi mencari ilmu pengetahuan dan misinya membawanya berlayar jauh ke utara. Nah, suatu waktu, Kapten Walton melihat keanehan. Seseorang dengan bentuk tubuh yang sangat besar sedang mengendarai kereta anjing melintasi laut beku. Beberapa jam kemudian, Kapten Walton menyelamatkan Victor Frankenstein yang nyaris membeku karena Victor dan keretanya tidak berhasil mengejar sang monster. Kapten Wilton yang sedang mencari seorang sahabat yang mau menemani ekspedisinya, menemukan Victor sangat cocok dengannya. Di sisi lain, Victor menemukan ambisi Wilton menyamai ambisinya dulu. Ambisi yang membuatnya menciptakan sang monster. Ambisi yang telah menghancurkannya. 

Maka Victor pun mulai menceritakan kisah hidupnya. Di sinilah, narasi berganti menjadi narasi Victor Frankenstein. Victor menceritakan kisah hidupnya dari mulai masa kecilnya. Lahir dari keluarga berada, Victor merupakan anak yang cerdas dengan keinginan kuat untuk memahami ilmu pengetahuan. Beberapa minggu sebelum kepergiannya ke Universitas Ingolstadt di Jerman, ibu Victor meninggal. Untuk mengatasi kesedihannya, Victor menenggelamkan dirinya ke dalam ilmu pengetahuan dan percobaan-percobaan ilmiah. Di saat-saat inilah, Victor mulai membuat sang monster. Awalnya, Victor ingin membuat manusia buatannya semirip mungkin dengan manusia. Tapi karena kerenikan bagian-bagian tubuh manusia, Victor terpaksa membuat tubuh manusia buatannya berukuran raksasa. Victor begitu tenggelam ke dalam tekad dan eksperimennya. Percaya bahwa manusia buatannya akan membawanya pada kejayaan. Tapi ketika akhirnya sang monster betulan hidup, Victor dihadapkan akan kengerian yang sangat nyata. Victor sendiri, sang pencipta, kabur karena ngeri ketika melihat ciptaannya sendiri. Tapi ketika akhirnya Victor memberanikan diri untuk kembali, ciptaannya itu sudah menghilang, pergi entah kemana.

Gara-gara itu, Victor jadi jatuh sakit. Untungnya, saat Victor kabur waktu itu, Victor bertemu dengan sahabatnya, Henry Clerval. Victor pun dirawat oleh Henry hingga sembuh. Tapi Victor mendapatkan kabar buruk, adiknya, William, terbunuh. Saat tiba di Jenewa ke kediaman keluarganya, Victor melihat sekilas makhluk ciptaannya di dekat tempat kejadian. Yakinlah Victor bahwa monster ciptaannya lah yang bertanggung jawab atas kematian William. Tapi siapa yang akan percaya pada ceritanya? Justine Moritz, pengasuh William menjadi tertuduh, setelah ditemukan kalung William di dalam kantongnya. Sang monster pun berbuat hingga sejauh itu. Dua nyawa tak bersalah melayang di tangan monster yang diciptakan oleh Victor. Karena kesedihan dan rasa bersalahnya, Victor pun mengasingkan diri ke pegunungan, hanya untuk akhirnya bertemu dengan sang monster.

Di sini lah, narasi berganti menjadi narasi dari sang monster. Sang monster ternyata sangat cerdas. Monster ini tuh ibarat bayi yang baru lahir. Tapi lahir-lahir langsung bertubuh besar, dan sayangnya, dengan rupa yang buruk. Sang monster menceritakan kehidupannya yang terpaksa hidup dalam kesendirian. Karena rupanya yang buruk, orang-orang menjadi takut dan benci kepadanya. Bahkan ada yang berbuat kasar kepadanya. Hal ini mendorongnya untuk menyembunyikan diri dari manusia. Suatu hari, sang monster mendapatkan tempat persembunyian di sebuah kandang, tepat di sebelah sebuah pondok bobrok yang dihuni oleh keluarga miskin. Di sinilah sang monster banyak belajar. Belajar membaca, belajar berbicara, bahkan belajar tentang kasih sayang. Sang monster pun diam-diam membantu keluarga tersebut, dan diam-diam berharap, semoga suatu hari keluarga itu dapat menerima dirinya.

Tapi malang tak dapat ditolak. Sang monster mungkin bisa membujuk sang ayah yang buta, karena tak dapat melihat rupa buruknya. Tetapi ketika anak-anak sang ayah melihat sang monster, mereka pun ngeri dan menyerangnya. Sang monster pun pergi dengan sedih. Keluarga itu pun pada akhirnya meninggalkan pondok, takut sang monster akan kembali. Pada dasarnya, sang monster sebetulnya punya hati yang baik dan lembut. Tapi dia diciptakan dengan rupa yang buruk dan memiliki kekuatan melebihi manusia. Sedangkan fitrah manusia adalah merasa takut akan segala sesuatu yang berada di luar nalar mereka. Merasa takut akan segala sesuatu yang terlihat luar biasa buruk dan mengerikan.

Sang monster pun marah. Dia merasa sang penciptanya harus bertanggung jawab atas semua kemalangan yang menimpanya. Maka dia pun pergi mencari penciptanya dengan niat balas dendam. Dia membunuh William ketika bertemu dengannya, lalu memfitnah Justine.

Tapi hanya satu hal, yang sebetulnya sangat diinginkan sang monster. Pasangan. Teman hidup. Kesendirian menyiksanya. Dia dibenci oleh semua orang yang ditemuinya. Penciptanya sendiri membencinya. Maka, ketika akhirnya sang monster bertemu dengan Victor, dia memnuntut agar Victor menciptakan lagi satu wanita manusia buatan untuk menjadi pasangannya. Sang monster berjanji, setelah ia mendapatkan apa yang ia mau, dia dan pasangannya akan menghilang dan mengasingkan diri. Tidak akan terlihat lagi oleh siapa pun.

Narasi tak lama kembali ke sudut pandang Victor. Victor dengan berat hati menyetujui permintaan gila sang monster. Tertekan karena pengawasan dan ancaman dari makhluk ciptaannya sendiri. Victor pun akhirnya pergi ke suatu tempat terpencil untuk melaksanakan tugas mengerikan itu. Tetapi pada akhirnya, kengerian Victor akan masa depan mengalahkan ketakutannya atas ancaman-ancaman sang monster. Maka Victor pun akhirnya menghancurkan calon pasangan sang monster. Sang monster pun murka dan berjanji akan mendatanginya di malam pernikahannya. Di tengah kemurkaan sang monster, Clerval akhirnya menjadi korban. Victor pun salah mengartikan ancaman sang monster. Dia sudah siap berduel dan mati di tangan ciptaannya, tapi justru orang-orang di sekitarnya lah yang menjadi korban kekejaman sang monster.

Victor pun bertekad untuk balas dendam. Dia mengejar monster itu sekuat tenaga hingga titik darah penghabisan. Tapi Victor hanya manusia biasa yang terbatas. Sedangkan ciptaannya itu dibuat di luar batas-batas manusia. Pada akhirnya, sang pencipta dan sang monster dipisahkan juga oleh satu-satunya hal yang bisa memisahkan mereka. Kematian.


REVIEW 

Novel Frankenstein mungkin bisa digolongkan ke dalam genre novel horor fiksi ilmiah. Titik beratnya ada di obsesi Victor terhadap ilmu pengetahuan. Pencariannya berujung pada kemalangan dan penderitaan yang amat sangat. Sebagai umat beragama, mungkin teman-teman akan menemukan buku ini sangat menggelitik untuk dikritik. Karena memang sejatinya Victor sedang bermain-main menjadi Tuhan dengan menciptakan sang monster. Victor tidak sanggup menciptakan manusia yang sempurna. Yang pada akhirnya menyebabkan penderitaan untuk si monster, Victor, dan bahkan orang-orang di sekitar mereka.

Ada banyak hikmah yang bisa disimpulkan dari buku ini. Ada banyak pembahasan yang bisa menjadi bahan diskusi. Misalnya saja, bagaimana kalau, seandainya saja Victor tidak lari dan tidak membenci sang monster? Bagaimana seandainya Victor, sebagai penciptanya, menjadi teman dan "orangtua" yang baik untuk sang monster? Akankah semua kemalangan itu bisa dihindari?

Karakter para tokoh juga sangat menarik untuk dibahas. Victor adalah orang yang ambisius tapi senang lari dari kenyataan. Dia selalu lari dari masalahnya, lari dari kesedihannya dan menyendiri. Tapi masalah yang tidak diselesaikan akan selalu menghantui dan datang kembali. Victor akhirnya dipaksa menghadapi masalahnya. Sang monster juga unik. Dia adalah bayi yang lahir besar. Sayangnya, bayi yang terlantar. Tapi untungnya, sang monster masih punya hati yang baik dan rasa kasih sayang yang lebih dominan daripada sifat jahatnya. Sang monster terpapar keluarga baik yang dipenuhi kasih sayang selama masa persembunyiannya. Seandainya dia terpapar dengan hal-hal jahat, mungkin novel ini akan lain ceritanya.

Buku ini mengajarkan kita untuk tidak pernah berlari dari masalah. Semengerikan apa pun masalah yang harus kita hadapi, hadapilah. Masalah tidak akan selesai kalau kita berlari dan bersembunyi. Ambisi yang berlebihan juga merupakan suatu hal yang buruk. Ambisi Victor terhadap ilmu pengetahuan telah membawanya untuk menciptakan sesuatu yang di luar kemampuannya sendiri untuk menanganinya. Yang pada akhirnya hanya membawa kepada penderitaan. Ambisi Kapten Walton juga nyaris saja membawa bencana kepada dirinya dan kru kapalnya. Ambisi akan menenggelamkan siapa saja yang tidak tahu, dan tidak mau mengakui, sampai di mana batas kemampuan dirinya.

Buku ini telah melahirkan banyak karya setelah terbitnya. Tokoh sang monster telah diadaptasi ke banyak film ataupun animasi bergenre horor. Penggambarannya dalam film ada yang sesuai dengan novelnya, tapi banyak juga yang kurang pas. Tapi terlepas dari itu semua, monster Frankenstein adalah tokoh yang legend. Ketenarannya bahkan melebihi penciptanya. Seandainya saja ya, sang monster tahu, bahwa di masa depan, dia lebih banyak dicintai, persis seperti keinginannya, diterima keberadaannya.

Buku ini masih tersedia di Tokopedia kami lho. Silahkan ke link di bawah ini:

QUOTE

Tak ada apa pun yang bisa menenangkan jiwa, kecuali kebulatan tekad
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Konstruksi jiwa kita memang sangat aneh. Kita hanya dihubungkan oleh ikatan yang sangat tipis menuju kebahagiaan atau kehancuran.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Rasanya seperti ada roh pelindung yang menyelamatkanku pada saat terakhir  dari halilintar yang siap menyambarku dari langit. Kemenangan malaikat pelindung ini ditandai oleh ketenangan jiwa dan kegembiraan yang kemudian kurasakan setelah aku sama sekali menyingkirkan penyelidikan yang penuh siksaan ini.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Kalau aku bahagia, keindahan alam rasanya punya kekuatan memberiku rasa gembira yang tiada taranya.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

"...Tuhan sudah membuang kelemahanku serta memberiku kekuatan dan keberanian untuk memanggul cobaan yang terburuk. ..."
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Victor, kalau kepalsuan bisa kelihatan begitu sama dengan kebenaran, siapa yang bisa yakin akan kebahagiaannya sendiri?
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Semua orang membenci apa saja yang punya rupa buruk. Tapi mengapa aku harus dibenci kalau keadaanku paling menyedihkan di antara semua makhluk hidup?
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Hidup ini memang kumpulan penderitaan, tapi sangat kusayangi dan aku akan mempertahankannya.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Kalau makhluk yang begitu cantik saja bisa bersedih hati, tak aneh lagi kalau aku -- makhluk tak sempurna yang sebatang kara -- susah dan merana.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Sungguh aneh hakikat ilmu pengetahuan! Sekali masuk ke otak, ilmu pengetahuan akan terus berpegangan erat-erat seperti kancing-kancingan melekat pada batu.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Tidak punya sahabat di dunia memang kemalangan besar. Tapi hati manusia, kalau tidak mementingkan diri sendiri, selalu penuh persahabatan dan belas kasihan.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Alangkah anehnya perasaan kita! Kita merasa begitu mencintai hidup pada saat-saat kita terancam bahaya maut!
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Orang yang tidak beruntung bisa bersikap pasrah, tapi orang yang bersalah takkan memperoleh kedamaian.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Tak ada yang lebih menyakitkan bagi perasaan manusia daripada perubahan yang begitu besar dan tiba-tiba.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

Carilah kebahagiaan dalam ketenangan. Hindarilah ambisi, walaupun kelihatannya ambisi yang tidak berbahaya -- hanya mencari pengetahuan dan penemuan baru.
(Victor) Frankenstein by Mary Shelley

BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2023

Review Buku: Quantum Ikhlas The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Waah, sudah lama banget ngga bikin review. Buku ini pun sebenarnya sudah lama selesainya, walaupun saya bacanya juga lama sih. Hahaha. Pokoknya, karena banyak kegiatan lain, jadi banyak hal seputar perbukuan yang terpaksa ditunda. 

Tapi buku ini saya baca pada saat yang tepat. Ketika saya lagi butuh banget melatih urat-urat keikhlasan saya. Ketika ujian demi ujian hidup datang silih berganti. Buku ini menemani saya di masa-masa itu, dan saya bersyukur banget. Keikhlasan itu memang sejatinya harus dilatih. Karena semakin kita bisa ikhlas terhadap apa pun di kehidupan kita, maka kita akan bisa hidup dengan semakin tenang. Semoga.

Buku ini sebenarnya ada CD-nya. Tapi saya ngga dapet, entah kenapa, lupa. Belinya juga sudah lama sih. Tapi kalau mau search di Youtube, ada sih yang membagikannya. Dengan CD itu, kita dapat berlatih untuk masuk kedalam gelombang otak alfa. Isi buku ini menurut saya 80% untuk dipraktekkan. Tentu saja harus dipahami juga ya. 

Aaah, saya ngga bisa review banyak, selain mengatakan kalau buku ini bagus, dan akan jadi pegangan saya ke depannya untuk terus mempraktekkan isinya. Recommended.


Quote

Nasib seseorang mencerminkan karakternya. Sementara karakter orang itu berasal dari semua kebiasaan serta tindakannya. Dan tindakannya berasal dari pikirannya yang bermuara dari perasaannya.

~ Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Kalau kita ingin melihat seperti apa sebetulnya kondisi fitrah manusia, kita bisa mengamati kehidupan anak balita. Anak-anak seusia itu akan selalu merasa bahagia, senang, tanpa beban, dan total dalam mengerjakan sesuatu. 

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Manusia dilahirkan dengan perasaan mampu melakukan segalanya. Sebelum kemudian dikacaukan oleh pesan-pesan ketidakmampuan yang datang dari lingkungannya.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Program-program yang ditanamkan baik oleh diri kita sendiri atau orang lain, kalau kita tidak hati-hati menerimanya, justru bisa merusak diri sendiri.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Melalui kekuatan Hukum Trik-Menarik Anda menarik apa pun yang paling sering Anda pikirkan, apakah Anda menginginkannya atau tidak.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Tuhan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan ia mengabulkan doa yang ada di HATI manusia, bukan yang terucap di mulut.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Sebab tanpa kita sadari, energi apa pun yang ditekan atau tidak diakui akan balik menekan sebesar kekuatan kita menekannya.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Melatih "pikiran positif yang rasanya enak" adalah dengan memfokuskan pada perasaan yang ditimbulkan oleh pikiran itu. Bukan memaksakan diri untuk berpikiran positif, tetapi seperti memutar-mutar tombol tuning di radio untuk mencari frekuensi perasaan yang rasanya lebih enak untuk dinikmati.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Kalau kita selalu berada di dalam zona ini (Zona Ikhlas), maka frekuensi kita akan selalu bersinggungan dengan frekuensi Tuhan (God Zone). Kita akan sering mengalami sinkronisitas atau kejadian-kejadian tak terduga yang sesuai dengan keinginan kita.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Jangan melakukan tidakan sebelum perasaan enak dan ikhlas tercapai.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Rahasia untuk meraih sukses--dengan relatif mudah--adalah kemampuan mengelola agar pikiran, perasaan, dan perbuatan Anda selaras seirama.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Pikiran dan perasaan memiliki daya magnetik yang menarik orang dan situasi ke dalam hidup Anda. Gantilah pikiran Anda dengan semua hal yang Anda suka--atau ingin Anda tarik--saja.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Jadi sebenarnya, kebahagiaan adalah alat untuk kita meraih kesuksesan. Bukan sebaliknya.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu

Kita harus benar-benar percaya 100% kepadaNya. Karena saat kita bisa mencapai 100% percaya itulah Allah akan menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan.

Quantum Ikhlas: The Power of Positive Feeling by Erbe Sentanu


Kamis, 25 Agustus 2022

Review Novel Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie - Plot Twist Banget

Mari mereview novel Agatha Christie lagi. Kali ini Peril At End House alias Hotel Majestic. Hercule Poirot ceritanya sudah pensiun dari dunia detektif. Niatnya sih biar ada regenerasi. Tapi tentu saja, kasus-kasus tidak mengenal kata pensiun, dan kemampuan Poirot pun masih banyak dibutuhkan dimana-mana. Tapi Poirot menepis semua tawaran penyelidikan karena dia mau santai-santai saja menikmati masa pensiunnya. Poirot dan sahabatnya Hastings sedang enak-enak berlibur di Hotel Majestic hingga suatu hari mereka berdua berpapasan dengan nona cantik bernama Nick Buckley. Nick tampaknya tipe wanita yang menggampangkan segala sesuatu dan tidak terlalu menganggap serius hal-hal yang seharusnya berbahaya. Lagipula, dasar detektif, Poirot punya magnet terhadap kejahatan. Kalau Poirot tidak mau menerima kasus yang disodorkan kepadanya, maka kasus-kasus itulah yang akan mendatangi Poirot. Maka ketika Nick hampir tersengat lebah yang ternyata adalah sebutir peluru, Poirot pun mulai beraksi. Nick sudah tiga kali mendapati serangan yang mematikan. Ajaibnya dia bisa lolos dari ketiga serangan itu. Apa yang sebenarnya diincar dari Nick? Nick memang pemilik rumah besar bernama End House. Tapi hartanya tidak banyak dan rumah itu pun sudah bobrok dan digadaikan pula. Apakah setelah tiga kali si pembunuh akan menyerah? Ternyata masih ada serangan keempat yang gagal diantisipasi oleh Poirot. Tapi kali ini korbannya adalah gadis lain. Nick ajaibnya kembali lolos dari maut. Tapi bagi Poirot, satu korban sudah cukup, dia harus segera menemukan siapa pembunuhnya.

Kami suka sih sama cerita di novel ini. Seru dan cukup menegangkan. Poirot dan Hastings juga kadang-kadang bisa kocak. Teka-tekinya lumayan membingungkan. Tapi yang menyebalkan sebenarnya plot twist-nya. Ngga nyangka aja gitu kalau penjahatnya yang itu (tenang aja, kali ini kami ngga akan kasih spoiler). Belum lagi karena penjahatnya ada dua dengan motif kejahatan yang berbeda. Makin bikin ribet kan. Tapi overall seru sih.

Sisi negatif novel ini sebenarnya tidak banyak sih. Kami hanya tidak suka dengan penyelesaian ending ceritanya. Kenapa Poirot membiarkan pelakunya mengambil penyelesaian sendiri? Kayaknya keadilannya kurang gitu, secara kejahatannya sangat terencana dan bisa dibilang kejam juga.

Rating Goodreads buku ini 3.98/5.00. Bagus banget. Kalau rating pribadi kami sih, antara 3.50-4.00/5.00. Kami suka ceritanya tapi tidak terlalu setuju sih sama endingnya. Tapi overall recommended kok.

Novel ini bisa dibaca sama siapa saja yang suka cerita detektif. 

Buku ini bisa dipesan di Tokopedia. Silahkan ke link di bawah ini:

https://tokopedia.link/FDcaVYSp1Lb

QUOTE

"Tapi Anda tidak menceritakan segala-galanya yang ada dalam hati Anda--dalam hidup Anda..."

Lambat-lambat ia berkata,

"Apakah ada orang yang bisa berbuat begitu?"

~ Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Karena, sahabatku, makin biasa-biasa saja suatu penjelasan, makin besar kemungkinannya.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Dia seorang anak muda yang tertutup. Dia tak mudah memperlihatkan perasaannya. Padahal orang-orang begitulah yang sering punya perasaan paling keras.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Tak menyukai cara hidup seseorang tak berarti dia tak menaruh hati pada orang itu.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Tidak semua orang mau mengorek-ngorek hal yang tak ada hubungannya dengan diri kita sendiri.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Kalau pikiran kita diatur dan ditata, kita takkan lupa.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie


Menyimpan rahasia merupakan suatu seni yang menuntut kepandaian kita menceritakan kebohongan dengan lihai, dan kita harus memiliki kemampuan besar untuk memainkan komedi itu, dan menikmatinya.

Peril At End House (Hotel Majestic) by Agatha Christie

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022

Review Novel Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig - Kisah Hidup Rhett Butler dan Kelanjutan Gone With The Wind

Di tahun 2018 kami sudah pernah mereview novel klasik nan legend, Gone With The Wind. Sebuah novel yang menurut kami sangat luar biasa banget. Ceritanya, tokoh-tokohnya, berhasil membuat emosi pembaca campur aduk. Tapi kalau ada satu hal yang benar-benar bikin kami sebal dengan novel tersebut adalah...endingnya! Yuppp, ending Gone With The Wind sangatlah membagongkan sekali saudara-saudara. Dramatis memang tapi jadinya gantuuunngg. Gemes banget ngga sih? Ya gemes sama Scarlett, ya sedih sama Rhett, dan pengen banget mereka bisa berakhir dengan happy ending. Nah, jadinya, waktu kami akhirnya melihat buku ini, langsung deh niat banget buat dibaca. Setengah berharap kan yaa ada kelanjutan kisah cinta Scarlett dan Rhett. Dan berharap juga kali ini bisa happy ending.

Tapi buku ini ternyata bisa memberikan lebih dari itu. Kita tidak hanya dikasih kelanjutan kisah hidup Rhett dan Scarlett, tapi kita juga dikasih kisah hidup Rhett mulai dari kecil, anak muda, hingga di masa-masa ada dan tidak ada Scarlett. Sama seperti Gone With The Wind, buku ini pun punya kesan tersendiri buat kami. Sedikit personal sih, tapi jadinya bisa relate banget dengan perasaannya Rhett. Oh iya buku ini ditulis oleh Donald McCaig dengan persetujuan dari estate Margaret Mitchell. 

Sebenarnya belum apa-apa novel ini sudah menegangkan duluan. Rhett muda ditantang berduel! Belum apa-apa urusannya sudah tentang hidup dan mati. Tapi novel ini tebal kok, jadi ya pastilah Rhett tetap hidup. Kita akan mengikuti kisah hidup Rhett muda yang keras. Rhett sebenarnya berasal dari keluarga tuan tanah yang kaya raya dan terhormat. Kalau Scarlett keluarganya punya perkebunan kapas yang besar, keluarga Butler punya sawah pertanian yang besar. Tapi ayah Rhett, Langston Butler, adalah ayah yang keras dan kejam, sedangkan Rhett...adalah anak pembangkang.

Dicap anak pembangkang, tentu saja hidup Rhett tidak ada indah-indahnya. Cambukan dan pukulan adalah hal yang biasa. Rhett bahkan disuruh bekerja di sawah dan diperlakukan sama dengan budak-budak lainnya di persawahan itu. Pembangkangan Rhett bahkan berujung dicoretnya Rhett dari daftar warisan dan terusir dari rumah Butler. 

Tapi Rhett justru tidak masalah dengan semua itu. Sifat Rhett sama sekali berbeda dengan ayahnya yang kejam. Sikapnya mungkin nakal, pembangkang, bahkan licik. Tapi Rhett sebetulnya adalah orang yang penuh dengan rasa kemanusiaan, cinta, dan kasih sayang. Hidup dalam masa-masa perang saudara telah membuktikan sikap kemanusiaannya. Hubungan Rhett dengan adiknya, Rosemary, dan sahabat-sahabatnya membuktikan kasih sayangnya yang dalam. Cintanya terhadap Scarlett, tak pernah padam meskipun selalu terluka.

Kita akan mengikuti kisah hidup Rhett. Dari sejak masa kecil, di tengah-tengah peperangan, hingga akhirnya masa-masa hidup bersama Scarlett.

Kisah cinta Rhett dan Scarlett adalah sebuah kisah cinta yang penuh drama tapi realistis. Mereka berdua adalah orang-orang realis yang terjebak dalam obsesi cinta mereka masing-masing. Rhett dan Scarlett hidup di masa-masa perang saudara Amerika Serikat. Kehidupan sangat berat, penuh pertumpahan darah dan kematian. Mereka berdua adalah pejuang hidup yang sangat hebat. 

Sebrengsek-brengseknya Rhett, Rhett adalah orang yang sangat penyayang dan penuh cinta. Rhett rela melakukan apa pun untuk menyelamatkan anak sahabatnya. Rhett rela menyelamatkan sahabatnya dari siksaan meskipun apa yang dia lakukan akan menyiksa dirinya sendiri. Rhett rela mengorbankan dirinya demi orang lain. Rasa cinta Rhett kepada Scarlett begitu dalam dan tulus. Meskipun Scarlett beberapa kali menikah dengan orang lain, meskipun Scarlett tak memedulikannya dan menyakitinya, meskipun Scarlett sudah menghancurkan jiwa Rhett. Rhett adalah orang yang sukses dalam hidup tapi berdarah-darah dalam cinta.

Di buku ini juga ada beberapa tokoh sentral lain yang kisah hidupnya tidak kalah dramatis dan memukau. Salah satunya adalah kisah Rosemary, adik Rhett yang sangat disayanginya. Kisah Rosemary nanti akan terhubung ke kisah Melanie Hamilton, saudara ipar sekaligus pesaing cinta Scarlett. Oh iya, ngomong-ngomong soal Melanie, di buku inilah kami mendapatkan pencerahan soal Melanie. Sesuatu yang sudah kami duga sejak kami membaca Gone With The Wind.

Di Gone With The Wind karakter Melanie digambarkan seperti karakter yang lemah, lembut, dan sangat naif. Terlalu naif malah. Seolah-olah dia tidak pernah tahu apa yang terjadi antara Scarlett dan suaminya, Ashley. Tapi sebetulnya, pada kenyataannya kan ngga mungkin kan ada istri yang senaif itu? Melanie pasti tahu tentang Scarlett dan Ashley. Nah, buku ini pun sepakat dengan pemikiran kami ternyata. Melanie tahu sebetulnya segala kebusukan Scarlett. Tapi dia memilih untuk menutup mata dan melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri. Di buku ini juga adala kelanjutan kisah Ashley setelah Melanie wafat.

Buku ini berlatar belakang di masa-masa Perang Saudara Amerika Serikat di tahun 1860-an dari sisi Konfederasi. Jadi masih ada perbudakan, rasisme bahkan Ku Kl*x Kl*n. Kalau misalnya pembaca tidak terlalu suka topik ini, yaa mungkin akan ngga suka juga membacanya. Karena masa-masa perang juga jadi ada cerita perangnya sedikit-sedikit.

Overall, buku ini recommended banget terutama buat teman-teman yang sebelumnya sudah membaca Gone With The Wind. Apakah harus baca Gone With The Wind dulu? Oh, pastinya doong, sebaiknya sih udah baca itu dulu ya baru dilanjut baca Rhett ini. Sebenarnya masih ada beberapa novel spin off Gone With The Wind yang lain, tapi kami belum dapet sih bukunya. Kapan-kapan kalau dapet akan kita baca dan review di sini.

Selamat membaca semua.

Buku ini masih tersedia ya di Olak Alik. Silahkan ke link di bawah ini:

https://tokopedia.com/olakalik/rhett-rhett-butler-s-people-donald-mccaig


QUOTE

"Kenyataan tidak selalu menyenangkan, Jamie." 

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Aku menyayangimu seperti aku menyayangi hidupku."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Orang-orang bergerak lebih cepat di sini. Tapi bukan berarti mereka lebih bijak.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Cinta bisa berubah menjadi sesuatu yang kejam, adikku sayang.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Rosemary, di antara semua hal yang telah kulakukan di muka bumi ini, ada satu hal yang kusesali. Meninggalkanmu.

Kenanglah kakakmu ini.

Rhett

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Seringnya, keputusan spontan seperti ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup kita.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Jika ada kebajikan yang lebih buruk daripada kecantikan dan keluguan, Sir, keterusterangan adalah salah satunya. ..."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Rhett bisa bertahan menjadi orang yang tak dicintai siapa pun. Tapi ia tak bisa hidup tanpa mencintai.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Aku menginginkan wanita itu lebih daripada wanita mana pun di dunia ini."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Mrs. Hamilton, jangan pergi," Pria itu meletakkan tangan di dada dan berkata, "Kalau Anda pergi, tempat ini akan kehilangan cahayanya."

"Kolonel, sekarang musim dingin dan hari begitu cepat gelap. Kalau Anda membutuhkan cahaya, silakan beli saja lentera."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Rosemary Haynes berusaha keras mengesampingkan perasaannya. Kalau ia berpura-pura dengan sekuat tenaga, mungkin kebohongannya akan menjadi kenyataan dan ia bisa mencintai suaminya.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Dalam kehidupan yang begitu teratur, setidaknya pasti ada satu kejadian di mana satu kebodohan bercampur dengan kebodohan lain kemudian kemudian berakhir menjadi bencana.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Ketika seseorang yang tidak bahagia menyadari jalan yang ia tempuh saat ini, satu-satunya harapan adalah tidak melihat ke kiri atau ke kanan, tapi berjalan lurus ke depan.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Tunis, kenapa kita harus mencintai kalau harus patah hati?"

"Apa lebih baik kalau kita tidak pernah jatuh cinta?"

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Rhett, aku buta selama ini. Begitu buta! Aku menginginkan apa yang seharusnya tidak jadi milikku dan kehilangan saat-saat bersama anak dan suamiku..."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"... Kau mencintai wanita ini dan kita sama-sama tahu ini. Kak, kau tak akan bisa mengatasi rasa cinta. Temuilah Scarlett sekarang. Berterusteranglah padanya seperti yang biasa kaulakukan padaku."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"... Kita, keluarga Butler, tidak pernah bisa mencintai. Biasanya kita terlambat mencintai seseorang, atau salah mencintai seseorang, atau tidak bisa mencintai sama sekali. ..."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Apa kau pernah bertemu gadis yang membuatmu merasa kau tidak akan lengkap atau baik jika bersamanya?"

"Aku pernah merasa tersanjung dan sangat bahagia. Tapi, tidak, cinta tidak seperti itu."

"Kalau begitu, kau belum pernah jatuh cinta," kata Tunis Bonneau tegas. "Setidaknya belum. Karena seperti itulah cinta."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Kadang-kadang orang yang mudah dicintai," jawab Wilkes, "sulit dihormati."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Kita tidak memilih pada siapa kita jatuh cinta, cintalah yang memilih kita.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Beberapa orang bisa mencintai tanpa perlu dicintai.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Perang itu kejam dan kalian tak bisa memperhalusnya."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Miss Scarlett, kenapa Anda begitu berkeras?"

Kenapa? Kenapa? Kalau Scarlett bimbang, kalau dirinya kehilangan semangat, kalau sekali saja ia--seperti yang kadang ia harapkan--terpuruk dan menangis, semuanya akan hilang.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Cinta menghampiri kami bagaikan badai di lautan kemudian meninggalkan kami secepat ketika dia datang.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Baginya Scarlett adalah matahari dan harapan serta semua hal yang ia inginkan. Kemuraman dan kesedihan mendadak hanya jadi masa lalu.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Lebih baik pernah mencintai dan merasakan kehilangan daripada tak pernah mencintai sama sekali."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Mencintai itu memang tidak pasti. Kita mengambil risiko atas cinta setiap hari."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Ya Tuhan, betapa cantiknya wanita ini. Cantik dan buta. Kalau saja Ashley mau memilikinya, kalau saja impian wanita ini terwujud, wanita ini tidak akan menginginkannya lagi. Wanita ini hanya menginginkan sesuatu yang tidak bisa digapai.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Kita semua terpenjara oleh cinta.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Ketika aku masih gadis, kupikir cinta bagaikan wewangian bunga. Sekarang bagiku cinta lebih seperti pemabuk yang menginginkan minuman anggur. Pemabuk itu tahu keinginannya akan menghancurkan miliknya yang berharga. Dia tahu dia akan menyesali tindakannya di kemudian hari. Tapi, dia tak bisa berhenti meminumnya.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Terbutakan oleh cinta. Semua pengalaman hidup, perjalanan, semua wanita yang dikenalnya--tak satu pun berhasil meredakan hasratnya akan wanita yang kini ia nikahi, yang hatinya tak mampu ia miliki.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Apakah cinta selalu harus menjadi teka-teki?

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Bonnie tahu mereka berdua mencintainya dan ia juga tahu mereka berdua saling mencintai. Jadi, kenapa mereka tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka dan berhenti bertengkar?

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Belle, Belle. Kau tahu hati kita tak bisa memilih siapa yang kita cintai."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Kita sungguh beruntung, bukan? Bukankah lebih menyenangkan bisa mencintai daripada dicintai?"

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Dites moi qui vous aimez, et je vous dirai qui vous ȇtes: Katakan padaku siapa yang kaucintai dan akan kukatakan padamu siapa dirimu sebenarnya."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Kejujuran ibarat senjata tumpul. Ibarat menggunakan gunting tanaman padahal yang dibutuhkan gunting jahit. Aku tak bisa membiarkan suamiku mengakui kesalahannya karena aku tidak akan bisa memaafkannya!

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Rosemary, jauh di lubuk hatinya, kakakmu penuh kasih sayang. Sososknya sebagai pengusaha yang lihai, petualang, dan pesolek hanyalah topeng dari sosoknya sebenarnya, orang yang penuh kasih sayang.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Apakah ia mencintai Scarlett? Apakah ia mencintai Scarlett seperti apapun wanita itu nantinya? Apakah ia membohongi dirinya sendiri dengan mencintai bayangan wanita itu lebih daripada sosoknya yang nyata?

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Rhett, apa kau tak bisa memaafkan Scarlett?"

Rhett menggeleng. "Tentu saja aku memaafkannya. Begitulah dia apa adanya. Tapi aku tak bisa memaafkan diri sendiri."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


Terkadang seseorang harus menyembuhkan lukanya sendiri.

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Ashley," kata Rosemary lirih, "kenapa kau menceritakan ini padaku?"

"Karena aku sudah muak dengan kepura-puraan. Aku tidak akan pernah lagi menutupi perasaanku yang sesungguhnya."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Mencintai itu berisiko, Taz. Kau mempertaruhkan jiwamu yang tak abadi."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Kekecewaan seumur hidup bisa membuat seseorang menjadi berbahaya."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Kadang-kadang kupikir kita hidup di dunia ini untuk menyaksikan orang-orang pergi meninggalkan kita."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Apakah kau pernah berpikir, Kak, bahwa sebenarnya laki-laki berpura-pura mengurus wanita padahal sebenarnya yang terjadi sebaliknya?"

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


"Mr. Rhett tak pernah sembrono dengan orang-orang yang dicintainya."

Rhett - Rhett Butler's People by Donald McCaig


BACA JUGA:

Senin, 30 Mei 2022

Review The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie - Siapakah Mr. Quin? atau Lebih Tepatnya...Apakah Mr. Quin?

Sebelum kita ke review bukunya, mari berkenalan dulu dengan Harlequin. Teman-teman mungkin lebih akrab dengan Harlequin sebagai salah satu kumpulan novel-novel roman ya. Tapi Harlequin di sini bukan yang itu. Harlequin di sini adalah salah satu karakter klasik di dunia teater. Tokoh Harlequin berawal dari teater Italia, dan dipopulerkan seorang aktor Italia, Tristano Martinelli, di Paris pada tahun 1584-1585. Harlequin ini punya ciri khas kostum kotak-kotak dan berwarna-warni. Mungkin akan terlihat mirip dengan Jester ataupun Joker. Tapi ketiganya punya esensi yang berbeda. Harlequin punya kisah roman lho. Cinta segitiga antara Harlequin, Columbina dan Pierrot. Harlequin sendiri melambangkan humor dan kesedihan, serta romantisme dan hiburan.

Nah, tokoh Mr. Harley Quin di buku ini merupakan tokoh yang digambarkan seperti Harlequin dengan penuh nuansa misterius. Pergerakan Mr. Quin juga sangat misterius dan hampir bisa dikatakan mistis. Novel ini merupakan kumpulan cerita pendek. Ada 12 cerita yang berbeda. Di setiap cerita, kita akan mengikuti Mr. Satterthwaite, seorang pria tua sosialita berselera tinggi, dalam perjalanannya sosialnya. Mr. Satterthwaite juga seorang pengamat kehidupan dan senang sekali melihat drama kehidupan. Kadang, di setiap tempat yang dikunjungi Mr. Satterthwaite ada kejadian luar biasa. Di setiap kejadian itu selalu ada Mr. Quin. Kehadiran Mr. Quin memancing Mr. Satterthwaite untuk memecahkan kasus-kasus yang yang telah lewat, yang akan terjadi, atau sebuah tragedi yang baru saja terjadi.

Kami akan memberikan sedikit ringkasan dari cerita-cerita yang ada di buku ini:

Munculnya Mr. Quin

Di cerita pertama ini Mr. Satterthwaite sedang merayakan malam tahun baru di Royston. Royston adalah sebuah rumah besar yang punya sejarah tragis dan penuh misteri. Malam itu, Mr. Satterthwaite dan penghuni Royston yang lain sedang memperbincangkan misteri yang tak terpecahkan itu ketika tiba-tiba saja Mr. Quin datang. Pendekatan Mr. Quin yang berbeda dan bijak terhadap misteri Royston memancing Mr. Satterthwaite untuk dapat memecahkan misteri yang berumur tahunan itu. Tapi Mr. Satterthwaite tak hanya menyelesaikan sebuah misteri, dia juga memberikan kelegaan besar pada seseorang di sana.


Bayangan di Jendela

Mr. Satterthwaite diundang ke Greenways House. Tentu saja rumah itu juga ramai dengan tuan rumah dan tamu-tamu undangan lainnya. Tapi, diantara tamu-tamu itu ada orang-orang yang seharusnya tidak diundang secara bersamaan.

Greenways House punya legendanya sendiri. Tentang kekasih dan pengkhianatan. Sayangnya, sebuah tragedi mengerikan terjadi. Ada nyawa-nyawa yang hilang. Ada tersangka pembunuhan. Tapi apakah betul dia pembunuhnya? Atau jangan-jangan ada pembunuh yang sedang berlindung di balik bayang-bayang legenda Greenways House. Sekali lagi, kedatangan Mr. Quin yang tiba-tiba tapi di saat yang tepat memberikan sebuah sudut pandang baru. Mr. Satterthwaite pun dapat memecahkan misteri ini dan menemukan pelaku yang sebenarnya.

 

Di Bells dan Motley

Hari itu Mr. Satterthwaite sedang mengalami berbagai nasib malang. Perjalanannya terganggu terus. Ban mobilnya bocor terus dan ini sudah yang ketiga kalinya. Mr. Satterthwaite sudah kesal sekali karena harus menunggu lagi setengah jam, sementara perjalanan mereka masih jauh. Mau tidak mau Mr. Satterthwaite terjebak sebentar di Kirtlington Mallet. Tempat itu bukan tempat yang biasa dihinggapi oleh orang seperti Mr. Satterthwaite yang perlente. Tapi setidaknya Kirtlington Mallet masih punya sebuah penginapan yang mungkin bisa menyajikan makanan yang cukup layak. Nama penginapan itu Bells dan Motley. Maka kesanalah Mr. Satterthwaite menuju sambil menunggu mobilnya diperbaiki. Lagipula, sepertinya akan ada badai juga.

Tapi tanpa disangka-sangka, ternyata di Bells dan Motley sudah ada Mr. Quin yang hari itu sedang menjadi tamu juga di situ. Tentu saja Mr. Satterthwaite sangat senang. Makanannya ternyata cukup lumayan. Mr. William Jones, sang pemilik penginapan juga ternyata orang yang ramah dan sangat supel. Dia senang mengobrol dengan tamu-tamunya. 

Mr. Sattertwaite baru ingat, dia pernah membaca tentang Kirtlington Mallet. Ada misteri hilangnya seorang Kapten. Polisi tidak bisa menemukan sang Kapten. Ada yang dituduh, tapi tidak ada bukti-bukti kuat. Akhirnya misteri ini terpaksa dibiarkan tak terpecahkan. Tapi dengan kehadiran Mr. Quin dan Mr. Satterthwaite sepertinya misteri ini bisa menemui titik terangnya. Agar seseorang akhirnya bisa membersihkan nama baiknya, dan memberikan kebahagiaan untuk seorang lagi.


Tanda di Langit

Kali ini Mr. Satterthwaite menghadiri sebuah sidang pembunuhan. Kasus sudah diputuskan dan terdakwa dinyatakan bersalah. Tapi entah kenapa ada yang mengganjal. Mr. Satterthwaite sebenarnya tidak suka dengan kasus-kasus biasa seperti ini. Tapi  Mr. Satterthwaite mengenal korbannya secara pribadi. Sambil memikirkan kasus itu, Mr Satterthwaite masuk ke restoran langganannya, Arlecchino. Sebuah restoran kecil tapi sangat eksklusif dan mahal. Sesuai dengan selera Mr. Satterthwaite. Mr. Satterthwaite sedang menuju ke meja langganannya yang ternyata sudah terisi oleh tak lain dan tak bukan, Mr. Quin. Mr Satterthwaite pun sangat gembira dan langsung bergabung. Kasus pembunuhan itu pun langsung jadi bahan pembicaraan. Seperti biasa, Mr. Quin menjadi pendengar yang baik dan Mr. Satterthwaite menjadi pengamat super yang sangat detail. Usulan Mr. Quin kadang selalu mengejutkan. Ternyata ada saksi yang hilang, dan Mr. Satterthwaite pun memburunya hingga ke Kanada. Awalnya seperti tidak ada hasilnya. Tapi sekali lagi, Mr. Quin memberi sedikit petunjuk. Mr. Satterthwaite sudah punya semua faktanya, dia hanya harus menyusunnya dengan benar.


Rahasia Si Bandar Kasino

Mr. Satterthwaite punya kegiatan rutin tahunan yang menyenangkan. Saat ini dia sedang menikmati matahari di Monte Carlo. Tapi kali ini dia sedikit kecewa. Karena beberapa perubahan, sekarang semua orang bisa menikmati hal-hal yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan dan kaum kelas atas. Mr. Satterthwaite merindukan dikelilingi oleh para bangsawan, para pangeran dan putri. Dia suka drama kehidupan di kalangan kelas atas. Tapi meskipun banyak keluh kesah, toh di antara orang-orang biasa masih ada seorang Countess yang cukup menarik perhatian. Ada drama menarik antara sang Countess yang anggun dengan seorang pemuda Amerika. Tentu saja ada tambahan nona muda yang masih berapi-api yang memandang sang Countess dengan garang. 

Mungkin Mr. Satterthwaite terlihat seperti orang yang enak diajak berbicara dan mencurahkan segala isi hati, pada akhirnya ia pun terseret ke dalam pusaran drama mereka bertiga. Mr. Quin pun ternyata juga sedang berada di sana, dan Mr. Satterthwaite sangat senang dan mengajaknya bergabung. Tapi diantara kecurangan di meja kasino dan makan malam bersama, ternyata ada rahasia-rahasia kehidupan yang terungkap. Sebuah drama yang menyedihkan.


Laki-Laki dari Laut

Mr. Satterthwaite sedang merasa tua. Maksudnya, dia memang sudah cukup tua, tapi baru kali ini dia betul-betul merasa tua dan capek. Dia juga heran kenapa dia sampai berjalan-jalan ke pulau ini. Pulau yang tidak kenal siapa Mr. Satterthwaite dan teman-teman sosialitanya. Tapi pulau itu juga punya sebuah rumah di atas tebing. Sebuah rumah putih berkerai hijau yang tertutup rapat bernama La Paz. Mr. Satterthwaite senang dengan kebun rumah itu dan sebetulnya cukup tertarik dengan rumah yang kelihatan misterius itu. Dia suka mengarang-ngarang sendiri kisah rumah itu.

Awalnya Mr. Satterthwaite tidak bertemu dengan Mr. Quin. Tapi seorang pemuda tampaknya pernah bertemu dengannya di malam sebelumnya. Menggagalkan niat apa pun yang ada di dalam diri pemuda itu terhadap tebing-tebing dan laut. Malam ini, dia bertemu dengan Mr. Satterthwaite sehingga dia terpaksa mengurungkan niatnya lagi. Pemuda itu jadi kesal dan akhirnya mencurahkan perasaannya pada Mr. Satterthwaite. Sebuah drama kehidupan yang mungkin akan berakhir sedih. Tetapi, di antara rumah putih itu dan cerita sang pemuda, ada yang mengusik Mr. Satterthwaite. Ada kisah apa di La Paz? Ada kisah apa di tebing-tebing ini? Mungkinkah nyawa-nyawa bisa diselamatkan? Tidak hanya satu, tetapi dua.


Suara dalam Kegelapan

Di Cannes, Mr. Satterthwaite menjadi pendengar yang baik atas keluhan-keluhan Lady Stranleigh. Lady Stranleigh khawatir terhadap putrinya, Margery, yang katanya akhir-akhir ini sering mendengar bisikan supernatural di rumah mereka, Abbot's Mede. Mr. Satterthwaite kenal banyak orang. Jadi, Lady Stranleigh pun membujuk Mr. Satterthwaite untuk membantunya dan menengok Margery di Abbot's Mede. Dalam perjalanan pulang, sekali lagi Mr. Satterthwaite bertemu dengan Mr. Quin.

Ternyata gangguan hantu itu menjadi semakin intens dan berbahaya. Sampai-sampai diadakan pemanggilan arwah. Hasilnya pun cukup mengejutkan. Tapi Mr. Satterthwaite tetap belum menemukan penyelesaian dari masalah ini. Kabar bahwa Lady Stranleigh akan segera pulang pun pada akhirnya membuat Mr. Satterthwaite menuntaskan urusannya di Abbot's Mede dan pulang ke London, meskipun dia merasa masih ada sesuatu yang mengganjal. Ia akan menyerahkan masalah Abbot's Mede kepada Lady Stranleigh sendiri. Tapi suatu kemalangan yang tidak disangka-sangka terjadi. Dalam kegalauannya, Mr. Satterthwaite mencari Mr. Quin. Sekali lagi, Mr. Quin mendengarkan serta memberikan sedikit dorongan. Mr Satterthwaite sudah punya seluruh faktanya, dia hanya perlu menyusunnya dengan benar.


Wajah Helen

Sesuai dengan kesukaannya akan hal-hal berseni dan berkelas, tentu saja Mr. Satterthwaite adalah pelanggan tetap Covent Garden. Mr. Satterthwaite senang dengan musik yang bagus dan dia biasanya punya boks sendiri tempat dia menonton pertunjukkan. Mr. Satterthwaite biasanya tidak pernah duduk sendirian. Tapi malam itu seorang Countess sudah mengecewakannya. Jadi, di terpaksa sendirian. Tapi tentu saja tidak dalam waktu yang lama. Mr. Quin ternyata juga sedang di sana. Mr. Satterthwaite gembira sekali dan langsung saja dia mengajak Mr. Quin untuk bergabung dengannya.

Banyak orang di teater. Bagi Mr. Satterthwaite yang duduk di box tentu mudah saja untuk melihat orang-orang itu dari boks-nya. Seorang nona muda dengan kepala yang cantik menarik perhatiannya. Kalau saja Mr. Satterthwaite tahu. Dia sebentar lagi akan terseret ke dalam arus drama kehidupan yang mematikan.


Harlequin yang Mati

Sebagai pecinta seni, tentu saja tidak akan aneh kalau kita menjumpai Mr. Satterthwait di sebuah galeri seni sedang melihat-lihat lukisan. Frank Bristow adalah seniman baru yang belum terkenal. Tapi toh itu tidak menghalangi Mr. Satterthwaite melihat karya-karyanya. Di antara lukisan-lukisan Frank Bristow ada satu lukisan yang membuat Mr. Satterthwaite tersentak. Judul lukisan itu Harlequin yang Mati. Lukisan seorang Harlequin yang tewas di sebuah ruangan berlantai marmer hitam putih dengan sebuah sosok di luar jendela yang menatap sang Harlequin. Sosok itu mirip sekali dengan Mr. Quin. Mr. Satterthwaite juga mengenali ruangan tempat Harlequin itu tergeletak. Itu Ruang Beranda di Charnley.

Mr. Satterthwaite berhasil membeli lukisan itu sebelum orang lain. Dia jadi ingin mengenal Bristow lebih jauh lagi. Ia pun mengundang Frank Bristow makan malam sambil mendiskusikan lukisan itu. Mendiskusikan lukisan itu berarti juga mendiskusikan tragedi di Charnley. Tapi acara makan malam yang tadinya hanya tiga orang dengan Kolonel Monckton berubah menjadi ramai. Ada dua wanita yang menginginkan lukisan itu juga. Dan tentu saja, ada Mr. Quin yang datang secara tiba-tiba dan bergabung dengan mereka.


Burung dengan Sayap Patah

Mr. Satterthwaite sedang di pedesaan. Saat itu sedang hujan dan dingin sekali. Rumah-rumah di pedesaan jarang yang sehangat rumah-rumah di London. Di rumah yang dia tempati, kebanyakan isinya anak-anak muda yang masih lincah. Empat orang sudah pergi ke perpustakaan untuk main jelangkung. Mereka mengajak Mr. Satterthwaite juga sebetulnya, tapi permainan begitu bukan seleranya. Mr. Satterthwaite tidak sabar untuk kembali ke London. Dia bahkan sudah menolak undangan Madge Keeley untuk mampir ke Laidell.

Udaranya dingin sekali, dan satu-satunya tempat hangat hanya di perpustakaan. Jadi Mr. Satterthwaite pun ke sana. Di sana anak-anak muda itu sedang seru-serunya. Tapi Mr. Satterthwaite tidak tertarik dan hanya duduk di kursi besar sambil tidur-tiduran. Hingga sebuah nama disebut, Quin. Ada pesan untuk Mr. Satterthwaite...Laidell. Tanpa menunda-nunda Mr. Satterthwaite membatalkan kepulangannya ke London dan pergi ke Laidell. 

Di Laidell yang ternyata tengah penuh tamu sepertinya akan terjadi sebuah drama kehidupan. Apakah dramanya akan mematikan? Bisakah Mr. Satterthwaite menemukan kebenarannya. Kali ini tanpa kehadiran langsung Mr. Quin.


Ujung Dunia

Kali ini Mr. Satterthwaite menemani seorang duchess super pelit ke Corsica. Sebenarnya Corsica bukanlah tempat favorit Mr. Satterthwaite, apalagi dengan perjalanan yang tidak nyaman. Tapi Mr. Satterthwaite juga sombong. Duchess of Leith adalah seorang duchess sejati. Dan Mr. Satterthwaite sangat menyukai orang-orang kelas atas. Di sana ada keponakan perempuan Duchess of Leith yang seorang seniman. Namanya Naomi. Lukisan-lukisan Naomi sedikit mengerikan tapi toh ada yang disukai Mr. Satterthwaite, jadi dia membelinya juga satu. Tapi lukisan-lukisan itu bukan selera sang duchess. Terlalu boros tinta.

Sang duchess sangat pelit. Dia ingin berjalan-jalan tapi tidak mau mengeluarkan uang untuk menyewa mobil. Mobil Naomi terlalu tua untuk mereka bertiga. Tapi tentu saja sang Duchess menemukan solusinya. Di sana kebetulan ada Mr. Tomlison, seorang hakim India yang sudah pensiun. Selanjutnya kan tinggal masalah bersosialisasi saja.

Acara jalan-jalan itu pun dilaksanakan. Mr. Tomlison pun ikut serta. Tapi Mr. Satterthwaite tidak ingin naik di sedan itu bersama sang duchess. Sayangnya, Naomi pun menolak Mr. Satterthwaite mentah-mentah. Alasannya kenyamanan dan keamanan. Tapi sepertinya ada alasan lain yang disembunyikan Naomi. Meraka pun jalan-jalan berkeliling hingga terus menanjak hingga ke puncak dunia, Coti Chiaveeri. Dan tanpa di sangka-sangka, di sana ada Mr. Quin yang sedang duduk di sebuah batu besar dengan wajah menghadap ke laut. 

Naomi tampak ketakutan dengan Mr. Quin, terutama matanya. Mr. Quin tampaknya tahu niat Naomi. Hujan salju yang tiba-tiba turun memaksa mereka ke sebuah pondok untuk berteduh. Di sana, sebuah rahasia terungkap. Sebuah rahasia yang akan membebaskan jiwa-jiwa yang tersiksa.


Jalan Harlequin 

Mr. Satterthwaite tidak tahu apa yang menyebabkan dia masih mau bertamu dan menginap di rumah keluarga Denman. Keluarga Denman bukan dari kalangan yang dia sukai. Dia pun selalu jemu jika bertamu ke sana. Tapi toh dia selalu kembali lagi kesana. Kali ini juga begitu. Tapi mungkin, samar-samar Mr. Satterthwaite tahu alasannya. Ada satu ruangan di rumah itu yang mengusik hatinya, ruang duduk pribadi Mr. Denman.

Saat Mr. Satterthwaite sampai, Mr & Mrs Denman sedang latihan untuk pertunjukkan tarian saat pesta topeng di tempat Lady Roscheimer. Selama Mr & Mrs Denman pergi, Mr. Sattertwaite bebas berkelana kemana saja. Saat berjalan-jalan di taman, Mr. Satterthwaite menemukan sebuah pintu di dinding. Pintu tidak terkunci dan di baliknya ada sebuah jalan, jalan pedesaan kecil yang indah. Nama jalan itu, Jalan Harlequin. Dan Mr. Satterthwaite pun bertemu dengan Mr. Quin di jalan itu.

Kalau ada Mr. Quin berarti akan ada sebuah drama kehidupan. Entah duka, cinta, atau ... kematian. Pertunjukkan tarian yang akan diselenggarakan nanti adalah tarian Harlequin. Kisah cinta antara Harlequin, Columbina, dan Pierrot. Ketika penari utama yang menjadi Harlequin dan Columbina mengalami kecelakaan dan tidak bisa menari, banyak rahasia-rahasia yang mulai terbongkar satu persatu. Saat Mrs. Denman dan Mr. Quin menjadi penari pengganti Columbina dan Harlequin, tarian menjadi terasa magis. Siapa sebenarnya Mrs. Denman? Siapa sebenarnya Mr. Quin? Misteri apa yang tersimpan di Jalan Harlequin?


REVIEW

Cerita-cerita di novel ini bagus-bagus banget. Novel ini punya rating Goodreads yang lumayan bagus. 3.73/5.00 bintang. Rating pribadi kami sendiri 4.50/5.00 bintang. Kami suka banget sama cerita-ceritanya. Memang ada beberapa cerita yang menurut kami kayaknya mudah ketebak ya kasusnya. Tapi cara pembawaan ceritanya yang menarik menjadikan ceritanya tetap enak diikuti sampai selesai. Buku ini recommended banget sih.

Kami juga suka dengan tokoh Mr. Satterthwaite yang meskipun sosialita abis tapi kayaknya juga orang yang seru dan enak dijadikan teman curhat. Mr. Quin adalah tokoh yang sangat misterius dan unik. Sampai di cerita terakhir, apakah Anda bakal percaya kalau Mr. Quin itu manusia? Tapi Mr. Quin pasti manusia, karena banyak yang bisa melihatnya dan berinteraksi dengannya. Tapi...Anda yakin Mr. Quin manusia? Atau Mr. Harley Quin seperti asal namanya ... adalah tokoh sang iblis...

Buku ini masih tersedia ya di Tokopedia kami. Klik link di bawah ini yah:

https://www.tokopedia.com/olakalik/the-mysterious-mr-quin-mr-quin-yang-misterius-by-agatha-christie


QUOTE

"Pada saat tertimpa stres berat, otak cenderung menaruh perhatian pada hal-hal kurang penting, yang malahan teringat terus sesudahnya, terpicu oleh stres berat yang dialami waktu itu. Yang diingat mungkin hal-hal kecil yang tidak ada artinya, seperti corak kertas pelapis dinding, tapi hal itu tak pernah terlupakan ."

~ The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Gagasan Anda memang aneh," kata Mr. Satterthwaite pelan. "Bahwa kita bisa melihat segala sesuatunya dengan lebih baik setelah lewat waktu."

"Semakin lama waktu yang lewat, semakin jelas segalanya terlihat. Kita dapat melihat setiap kejadian pada tempatnya."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Asal-usul selalu penting,"

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Suatu kejadian hanya bisa berlalu kalau sudah diselesaikan," sahut Mr. Quin.

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Pikiran hanya menjadi milik orang yang bersangkutan," kata Mr. Satterthwaite. "Tak seorang pun bisa mengubah atau memengaruhinya, kecuali Anda sendiri. ..."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Kadang-kadang kita melihat sesuatu dengan lebih jelas sepuluh tahun sesudahnya ketimbang ketika kita melihatnya waktu itu."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Saya rasa kalau dalam hidup ini kita pernah mengalami sesuatu yang sangat mengenaskan dan nyaris tak tertahankan, kita mungkin bisa seperti itu. Kita akan melarikan diri dari dunia nyata dan bersembunyi dalam dunia kita sendiri, dan setelah beberapa saat, kita jadi tidak bisa kembali."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Tidak begitu. Anda membuat saya melihat segalanya--segalanya yang semestinya dapat saya lihat dari dulu, yang sebenarnya sudah saya lihat, tapi tidak mengetahui maknanya ketika melihatnya."

"Kedengarannya pelik sekali," komentar Kolonel Monckton.

"Sesungguhnya tidak," kata Mr. Quin. "Masalahnya adalah kita tidak puas dengan cuma melihat-lihat saja. Kita cenderung punya kesan yang salah atas apa yang telah kita lihat."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Janganlah terlalu memikirkan kesan apa yang akan Anda timbulkan pada diri orang lain, dengan begitu saya rasa Anda akan lebih bijaksana dan bahagia. ..."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Tapi berdasarkan pengalamanku, tak seorang pun bisa mengenali seseorang sedalam-dalamnya. Itulah salah satu daya tarik dan keunikan hidup."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Banyak hal terlihat indah," kata Mr. Satterthwaite, "sebelum kita sampai padanya. Sesungguhnya, banyak hal paling jelek di dunia ini kelihatannya indah sekali."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Apa yang sebenarnya bisa diketahui seseorang?" tanyanya. "Hanya sedikit--sedikit sekali."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"Selama sepuluh tahun saya hidup dengan pria yang saya cintai," kata Anna Kharsanova. "Sekarang saya akan pergi pada pria yang selama sepuluh tahun telah mencintai saya."

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


"... . Kita memang selalu mencarinya--seorang kekasih yang sempurna dan abadi. Kita selalu mendengar musik Harlequin. Tak seorang pun pernah puas dengan seorang kekasih, karena semua kekasih adalah manusia belaka. Sedangkan Harlequin adalah sebuah mitos, sesuatu yang tak nyata, kecuali..."

"Ya?" kata Mr. Satterthwaite. "Ya?"

"Kecuali kalau namanya adalah... Kematian!"

The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin yang Misterius) by Agatha Christie


Baca Juga:

Jumat, 11 Maret 2022

Take No Prisoners (Operasi Pembebasan) by Cindy Gerard - Operasi Pembebasan Adik di Pedalaman Honduras

Akhirnya setelah sekian lama, kami membaca novel Cindy Gerard lagi. Tentu saja dari seri Black Ops Inc. Yang satu ini adalah buku kedua di seri ini, Take No Prisoners (Operasi Pembebasan). Di bawah ini kami akan menulis sedikit sinopsisnya yah.


SINOPSIS

Abbie Hughes adalah seorang pembagi kartu blackjack di salah satu kasino di Las Vegas. Karirnya lumayan, sibuk kuliah, dan keuangannya lumayan terjamin berkat tunjangan perceraian yang lumayan besar. Tapi kehidupan cintanya benar-benar buruk. Abbie terlalu sibuk dengan banyak kegiatan, terlalu trauma, dan terlalu mengkhawatirkan adik laki-lakinya, Cory. Abbie tidak punya waktu bermain-main dengan asmara atau sekedar mencari kencan. Padahal Abbie sangat cantik dan memiliki tubuh yang semampai.

Sam Lang, mantan anggota Black Ops Inc ini punya trauma mendalam. Adik perempuannya tewas dalam sebuah bom mobil. Bom yang sengaja diletakkan sebagai peringatan supaya Sam tidak macam-macam dan mengganggu bos mafia yang saat itu sedang Sam kejar. Kematian itu membuat Sam mundur dan pergi meninggalkan Black Ops Inc. Tapi kali ini mereka punya kesempatan sekali lagi untuk meringkus sang bos mafia. Meskipun dendam membara, Sam masih ragu-ragu, dia takut kalau harus kehilangan lagi. Tapi ayahnya sendiri meyakinkan Sam untuk berangkat dan membalaskan dendam keluarga.

Abbie adalah kunci Sam dan BOI untuk mendapatkan sang bos mafia. Cory telah dideteksi sebagai salah satu kurir si bos mafia incaran Sam. Abbie tidak tahu apa-apa. Abbie bahkan belum menerima kabar apa-apa dari Cory. Sam bertugas mendekati Abbie untuk mencari informasi atau sekaligus membuat Abbie mengakui segalanya. Tetapi ketika Sam menghampiri meja Blackjack Abbie malam itu, getaran hasrat itu sama-sama menjalari keduanya. Persoalan tentu saja menjadi pelik ketika balas dendam, kekhawatiran, cinta, dan hasrat bercampur baur menjadi satu. Sekarang, Cory dinyatakan hilang, membawa serta berlian pusaka Honduras yang menjadi incaran si bos mafia.  Abbie dan Sam mau tidak mau harus bekerja sama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Si bos mafia, dan Cory.


REVIEW

Kami kayaknya sudah lama juga tidak membaca novel atau cerita romance terjemahan. Setelah sekian lama, waktu membaca novel ini jadi mikir, romancenya novel barat kenapa tipikal banget ya? Dorongan hasrat yang kuat diiringi dengan...segera bobo bareng. Wakakak. Adegan ranjang memang sudah lumrah sih jadi bumbu novel-novel roman barat. Beberapa lebih hot dan beberapa biasa aja. Tapi kalau over hot dan terlalu sering baca yang sejenis rasanya lama-lama jadi membosankan. Justru lama-lama malah jadi pengen roman yang manis aja, kalau perlu adegan ranjangnya tidak ada atau cuman sekilas. Tapi ini cuman opini pribadi kami saja sih. Setiap orang pasti punya pendapat yang berbeda-beda.

Kembali ke review, novel ini punya rating Goodreads yang bagus banget, 4.19/5.00. Dari kami pribadi juga bagus banget 4.50/5.00. Menurut kami adegan actionnya seru dan menegangkan. Kenapa tidak full? Yah karena cerita romancenya agak-agak tipikal. Jadi agak bosen. Padahal sudah lama juga tidak baca romance lho. Mungkin memang sekarang lagi kepincutnya sama misteri kali yah. Tapi buku ini tetap recommended kok. 


Buku ini masih tersedia yah di Tokopedia kami. Silahkan ke link di bawah ini:

https://www.tokopedia.com/olakalik/take-no-prisoners-operasi-pembebasan-cindy-gerard


QUOTE

"Dengar. Semua orang memiliki cerita masing-masing. Semua orang mempunyai alasan sendiri--terkadang meyakinkan--untuk memilih jalan yang mereka ambil. Ada... ada yang lebih beruntung daripada yang lain. Mereka melihat kebenaran. Mereka berhasil keluar. Atau seseorang menolong mereka keluar. Yang lainnya tak punya pilihan itu."

~ Take No Prisoners (Operasi Pembebasan) by Cindy Gerard


Baca Juga:

Jumat, 11 Februari 2022

Neverwhere (Kota Antah Berantah) by Neil Gaiman - Petualangan di London Bawah yang Seru Abis

Kami belum terlalu banyak membaca karya-karyanya Neil Gaiman. Bisa dibilang baru tiga buku dengan buku Neverwhere ini. Dua buku pertama, Sang Putri dan Sang Pemintal, serta American Gods memberikan kesan unik yang sangat kuat. Ceritanya bisa dibilang out of the box atau malah out of the norm. Saking uniknya, mungkin bisa membuat pembaca agak-agak sulit menerima ceritanya. Tapi, kami tidak merasakan kesulitan seperti itu di buku ini. Nah, sebelum lanjut pembahasannya, kami akan sedikit memberikan sinopsisnya.


SINOPSIS

Neverwhere bercerita tentang Richard Mayhew yang punya kehidupan normal-normal saja di London. Richard punya pekerjaan yang lumayan, tempat tinggal yang cukup oke, dan tunangan yang cantik meskipun tukang ngatur. Semuanya normal. Hingga di suatu hari yang sudah agak kacau balau, Richard menolong seorang gadis gelandangan yang sepertinya sedang terluka parah.

Gadis itu Door. Gadis dari kota London yang lain yang tidak pernah diketahui Richard. London Bawah yang penuh misteri, gorong-gorong, jalan-jalan ajaib, manusia ajaib, monster dan sihir-sihir. Door butuh pertolongan darurat dan Richard membantunya. Tapi beberapa hari setelah masalah Door selesai dan Door kembali ke London Bawah, Richard malah menemukan dirinya yang menjadi gembel. Orang-orang tidak memerdulikannya, tidak melihat Richard sama sekali, Richard kehilangan identitas, uang, pekerjaan, bahkan tempat tinggalnya.

Richard pun terpaksa jatuh ke London Bawah, ke gorong-gorong penuh rahasia, ke kota yang penuh misteri. Richard harus menemukan Door. Dan mungkin, suatu hari akan ada harapan dirinya bisa kembali ke kehidupan normalnya di London Atas.


REVIEW

Buku ini bagus bangeeett. Asli deh, recommended. Petualangan Richard di London Bawah sangat seru. Cerita fantasinya ngalir banget, dan sekali ini kami tidak merasakan tabrakan norma seperti di kedua buku Neil Gaiman lain yang kami baca sebelumnya. Fantasinya natural aja ngalir. Ceritanya sangat menarik dan aktif. Tokoh-tokohnya juga menarik-menarik dan unik.

Buku ini rating Goodreadsnya bagus. 4.17/5.00. Kalau rating pribadi kami 5.00/5.00. Perfect sih ini. Kami suka banget. Recommended.

Buku ini masih tersedia yah di Tokopedia kami. Silahkan ke link di bawah ini:

https://tokopedia.com/olakalik/neverwhere-neil-gaiman


QUOTE

Dia belajar, dengan kaku, untuk memercayai instingnya, dan untuk menyadari penjelasan paling sederhana dan mungkin untuk apa yang dilihat dan dialaminya akhir-akhir ini adalah yang diberikan padanya--tidak peduli bagaimana tidak mungkinnya.

~ Neverwhere (Kota Antah Berantah) by Neil Gaiman


Baca Juga:

Senin, 24 Januari 2022

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie - Terlalu Banyak Politiknya

Kalau ada novel Agatha Christie yang susah diselesaikan dan rasanya zonk banget, nah, inilah novelnya. Bukan awalan review yang menyenangkan memang, tapi jujur saja yah, kami memang kesulitan banget menyelesaikan novel yang satu ini. Oke, sebelum kami ngomel-ngomel lebih jauh, ada baiknya untuk sedikit melihat sinopsisnya.


SINOPSIS

Jadi cerita Passenger to Frankfurt ini bermula dari seorang diplomat yang sedang bertugas ke luar negeri, Sir Stafford Nye. Sir Stafford baru saja menyelesaikan tugas diplomatnya di Malaya. Sir Stafford ini sebenarnya tipe diplomat yang bodo amat, dia tidak terlalu serius, atau seriusnya agak aneh. Tapi sebenarnya Sir Stafford adalah seorang pengamat yang bagus. 

Sir Stafford sedang bosan dengan kesehariannya, dia tak terlalu memberikan perhatian penuh terhadap tugas-tugasnya. Rapat-rapat diplomatik itu membuatnya jemu. Dia ingin sedikit tantangan atau petualangan. Di perjalanan pulang ke London, penerbangan Sir Stafford terhambat kabut tebal di Jenewa. Pesawatnya pun terpaksa dialihkan ke Frankfurt, dan dari sana baru nanti kemudian melanjutkan penerbangan ke London.

Di ruang tunggu Frankfurt yang padat dengan manusia, Sir Stafford didekati oleh seorang wanita cantik. Seorang wanita yang mengaku hidupnya sedang berada dalam bahaya dan meminta bantuan Sir Stafford. Wanita ini ingin bertukar tempat dengan Sir Stafford, menyamar sebagai Sir Stafford, menggunakan identitasnya, pasport, boarding pass, hingga ke mantel Sir Stafford yang bergaya flamboyan untuk terbang sampai ke London. Mereka tidak akan benar-benar bertukar tempat, karena Sir Stafford tidak akan menjadi wanita itu, dia akan tetap di Frankfurt, tampak tertidur dan dirampok.

Tawaran wanita itu mendesak, dan sangat menarik untuk Sir Stafford yang sedang kebosanan. Sedikit petualangan seru yang menggugah. Lagi pula wanita itu memang mirip dengan dirinya, atau lebih tepatnya, mirip dengan adiknya yang sudah wafat. Jadi, Sir Stafford memutuskan untuk melakukan petualangan kecil itu, dan si wanita pun lolos terbang ke London menggunakan identitasnya.

Sekembalinya di London, kejadian kerampokan yang dialami Sir Stafford di bandara Frankfurt tentu saja sedikit membuatnya menjadi bulan-bulanan di kantor. Tapi ada beberapa orang yang ternyata menanggapi ini dengan lebih serius. Mereka tahu kalau passport Sir Stafford sudah dipakai untuk masuk ke London dan lolos. Mereka ingin tahu siapa yang sudah menggunakan Pasport itu untuk masuk ke London. Sir Stafford menanggapinya dengan santai walaupun sama-sama ingin tahu juga.

Sir Stafford tidak bisa berharap banyak bahwa ia akan bertemu lagi dengan wanita itu. Tapi, ketika pasportnya dikembalikan, rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Sir Stafford tidak mengerti dia terlibat di dalam hal apa. Yang jelas, sepertinya ada orang-orang yang mengincar kematiannya, si wanita pun sangat misterius dan punya banyak identitas. Sir Stafford pun terseret ke dalam sebuah masalah yang lebih besar dan lebih rumit, dengan potensi yang sangat berbahaya di banyak negara.


REVIEW

Rating Goodreads novel ini sangat tidak membesarkan hati. Hanya 2.90/5.00. Rendah banget. Untuk ukuran novelnya Agatha Christie, rating segitu kayaknya gimana banget gitu yah. Tapi jujur saja, rating pribadi dari kami pun tidak lebih dari 3.00/5.00. Karena ratingnya rendah, kami akan membahas dulu apa jeleknya novel ini sampai kami memberikan rating segitu untuk buku Agatha Christie.

Pertama, novel ini agak membosankan untuk kami. Kasusnya bukan kasus detektif sepeti Hercule Poirot ataupun Miss Marple, dan jangan mengharapkan sedinamis seri Tommy & Tuppence walaupun sama-sama spionase. Ceritanya politik banget. Awal-awalnya sebetulnya cukup seru dengan petualangan Sir Stafford Nye yang menegangkan dan cukup misterius. Tapi begitu ke tengah cerita jadi terlalu politis. Sir Stafford malah seolah-olah menghilang perannya di tengah cerita.

Kedua, tokoh-tokohnya terasa ngalor ngidul. Terlalu banyak nama dan kurang fokus. Kami jadi lost track tokoh ini siapa? Lagi apa? Buat apa membahas itu? Kok tokoh ini bisa tiba-tiba bertindak begitu? Kok tokoh ini yang tadinya bukan siapa-siapa malah lebih berperan dari tokoh utamanya? Banyak deh pertanyaan-pertanyaan yang bisa saja tiba-tiba timbul.

Ketiga, alur ceritanya entah bagaimana kurang rapih. Sir Stafford tiba-tiba tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap cerita. Lalu ada perkembangan lain yang menurut kami apa perlunya? Tapi bisa jadi kami hanya kurang cermat sih. Endingnya pun agak-agak membagongkan.

Sebenarnya yah, ceritanya sangat berpotensial. Ceritanya bisa lebih seru lagi seandainya tokoh-tokoh dan jalan ceritanya bisa lebih fokus dan tidak terlalu politis. Sayang banget kan. Soalnya di awal-awal sebenernya ketegangan dan misterinya sudah dapet banget.

Tapi ini semua hanya pendapat kami pribadi sih. Teman-teman harus membacanya sendiri untuk bisa menilainya.

Buku ini masih tersedia yah di Tokopedia kami. Silahkan ke link di bawah ini:

https://tokopedia.com/olakalik/passenger-to-frankfurt-penumpang-ke-frankfurt-by-agatha-christie


QUOTE

Kumpulkan cukup banyak orang, dan mereka semua akan tampak serupa, sehingga tak akan tahan kita melihatnya.

~ Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Jika seorang pria sangat pintar, dia malahan tidak menginginkan seorang wanita yang sangat pintar juga untuk diajak bicara. Itu akan melelahkan. Dia akan lebih suka dengan gadis manis yang tidak pintar, tapi bisa membuatnya tertawa.

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Ada hal-hal yang kuketahui, ada hal-hal yang kuduga, dan ada hal-hal yang aku tak tahu apa-apa dan tak seorangpun ingin aku tahu, begitu pikirnya.

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Ada orang-orang yang punya kemampuan mengkomunikasikan pada orang lain gagasan-gagasan liar, semacam visi tentang kehidupan dan tentang apa yang akan terjadi. 

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Hal-hal yang kedengarannya dilebih-lebihkan sering sekali ternyata tidak berlebihan sama sekali. Itu hanya karena hal itu belum pernah kita dengar atau kita pikirkan sebelumnya.

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Jika kita tahu, jika kita bisa, jika kita tahu cara menerapkannya, apa yang tak bisa dibeli dengan uang? Uang bisa memberikan yang terbaik.

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


Tradisi keluarga merupakan sesuatu yang tak mudah hilang dari seseorang. Orang cenderung menyerapnya, walaupun dia sudah pindah ke lingkungan yang baru.

Passenger to Frankfurt (Penumpang ke Frankfurt) by Agatha Christie


BACA JUGA

Amazon Associates Disclaimer

Blog ini adalah partisipan dalam program Affiliasi Amazon.com. Kami akan mendapatkan sedikit komisi jika ada penjualan yang terjadi melalui salah satu link di blog ini.

This blog is a participant in the Amazon Services LLC Associates Program, an affiliate advertising program designed to provide a means for sites to earn advertising fees by advertising and linking to Amazon.com.